3 Level Pelayanan Minuman Syurga

Kita akan akan mungkin terkejut tentang judul ini, apa iya ada level tertentu dalam pelayanan minuman di dalam syurga.

agar lebih mudah kita memahami level ini, mari kita berkaca di lingkungan sosial kita, tidak kah kita menemukan di suatu rumah/tempat hajatan misal syukuran, pesta walimah dsb

di sana kita akan menemukan gelas yang tersusun rapi, dan kemudian hadirin yang hadir di acara tsb akan mengambil gelas itu lantas mengambil sendiri minuman dengan gelas tersebut. ini artinya orang hanya melayani dirinya sendiri (self service).

kemudian di level yang lebih berkelas lagi, kita akan menemukan di suatu tempat/rumah/hotel yang mana gelas minuman tidak perlu kita ambil dan mengambil minuman itu, sebab akan ada pelayan yang berpakaian seragam pinguin yang menuangkan minuman tsb dan menawarakan minumam yang laen. blom habis minuman di gelas kita, mereka akan datang lagi dan menawarkan “mari saya tambah”… subhanallah… hal seperi ini akan kita temukan di party kelas mewah, kelas executive atau kelas VIP..

pertanyaan nya ada kah level yang lebih tinggi ? mari kita lihat bagaimana Alqur’an berbicara tentang ini.

Level Pelayanan pertama (self service)

إِنَّ الْأَبْرَارَ يَشْرَبُونَ مِن كَأْسٍ كَانَ مِزَاجُهَا كَافُورًا
Sesungguhnya orang-orang yang berbuat kebajikan minum dari gelas (berisi minuman) yang campurannya adalah air kafur, (Al-insan 5)

perhatikan, meraka minum dari gelas yang berisi minuman.

 

Level Pelayanan ke-2

وَيُسْقَوْنَ فِيهَا كَأْسًا كَانَ مِزَاجُهَا زَنجَبِيلًا
Di dalam surga itu mereka diberi minum segelas (minuman) yang campurannya adalah jahe. (Al-insan 17)

meraka “di beri”, ini artinya di syurga nanti akan ada pelayan yang akan memberikan minuman tersebut, persis seperti kelas VIP seperti di jaman ini, perhatikan kelanjutan dari ayat 19

Dan mereka dikelilingi oleh pelayan-pelayan muda yang tetap muda. Apabila kamu melihat mereka, kamu akan mengira mereka, mutiara yang bertaburan.

Level Pelayanan ke-3

عَالِيَهُمْ ثِيَابُ سُندُسٍ خُضْرٌ وَإِسْتَبْرَقٌ ۖ وَحُلُّوا أَسَاوِرَ مِن فِضَّةٍ وَسَقَاهُمْ رَبُّهُمْ شَرَابًا طَهُورًا
Mereka memakai pakaian sutera halus yang hijau dan sutera tebal dan dipakaikan kepada mereka gelang terbuat dari perak, dan Tuhan memberikan kepada mereka minuman yang bersih. (Al-insan 21)

di ayat ini, Allah sendiri yang akan memberikan minuman kepada penghuni syurga. subhanallah.

bukankah ketika melihat wajah Allah adalah sebuah kegembiraan yang tiada tandinganya, lebih-lebih ketika Allah bener-benar menjamu kita…

Semoga Allah mudahkan jalan kita untuk menuju jannah tul firdaus. amiin

 

Sumber : Kajian Ust Nurman Ali Khan

Karakteristik Islamic Parenting

Tulisan ini di ambil dari “khulaso” (red:ringkasan) kajian parenting bersama ust bendri jaisurahman (@ajobendri), beliau sendiri rutin memberikan kajian di kantor kami,

berikut ulasanya :

Tujuan Islamic parenting:
1. Mendidik menjadi hamba Allah bukan hamba orang tua/guru/kyai.

Al imran 79: “Tdk wajar yg diberikan al kitab ..lalu berkata sembahlah aku bkn menyembah Allah….”:

Jadikan anak menjadi Generasi rabbani, Sehingga ada atau tidak ada ortu anak tetap terjaga karena takutnya dg Allah.

Jgn menyeragamkan anak, islam dtg bkn dtg utk menyeragamkan spt jg anak dilahirkan yg tdk sama.

Contoh:
-Model Abu bakar yg lembut hatinya…
-Model Umar yg tegas..
-Model utsman, pemalu. Lbh pemalu dr gadis yg dipingit. Utsman krg bicara, saat khutbah Jumat hny mengatakan “kalian tdk butuh khalifah yg bnyk bicara yg bekerja”..ini mjd khutbah Jumat terpendek.

Namun krn intervensi Allah, maka:
– Abu bakar mjd sgt keras tp jk ada yg ydk bayar zakat, diperangi.
– Umar mjd sgt pendiam dg istrinya, pingsan saat dibacakan Quran ttg kematian.

2. Sukses di akhirat, jaya dunia.
Cari akhirat jgn kau lupakan dunia

Anak mandiri bkn dr kebendaan, pny rumah sendiri, depositonya gede dll. Tp dlm islam mandiri adl yg bisa bgn pagi sendiri, subuh berangkat sendiri.

Bgm Muslim menyikapi kata “Jangan” pd anak.
1. Bnyk kata “jgn” dlm Quran..artinya mengatakan “jgn” itu diperbolehkan dlm islam.
2. Lihat jg rasul bgm mengatakan kalimat ” jangan”. Adab Rasul dlm mengatakan “Jangan” :
– Rasul tdk pernah mengatakan “Jangan” pd bayi yg blm berakal. Contoh saat Husein naik ke punggung rasul saat shalat
– boleh mengatakan “jangan” jk anak sdh bisa membedakan mana kanan dan kiri.
– rasul selalu memberi solusi setelah melarang. Contoh saat ada anak kecil melempar pohon, stlh buahnya jatuh diambil dan lari. Rasul memanggil anak itu, “jangan kau lempar pohon itu, tp buah yg jatuh tertimpa angin boleh kau makan”.
– rasul tkadang tdk mengatakan kata “jangan” tp lgs beri solusi. “Ini nak, kalau mau coret2 dikertas”.

Skil jk dimatikan akan mematikan kreatifitas. Jgn buat anak takut melakukan eksplorasi krn takut pd ortunya. Rasul membiarkan anak main tombak2an di masjid nabawi.

3. Perkataan dan sikap sahabat
Sahabat = yg beriman dan bertemu lgs dg rasul.
Mrklah yg mdpt didikan langsung dr rasul.

4. Boleh menggunakan perkataan pakar sejauh tdk bertentangan dg syariah.
“..kalian lbh mengetahui urusan dunia kalian”.(HR muslim)

Ada penelitian yg menyimpang:
– anak bangun siang lbh pintar (ilmuan Jerman).—ini harus ditolak.
– mandi bersama ortu utk pengenalan seks—ini haram. Krn msk kamarpun ada adabnya.
– agar imun thdp pornografi, anak dan ortu nonton film porno bersama. Mirip spt imunisasi—ini dilarang.

Indikator penilaian yg benar.
Orientasi islam bkn hasil tp proses.
Hisab berat jk prosesnya salah, meski hasilnya baik.
Hisab ringan jk prosesnya benar meski hasilnya tdk maksimal

Contoh: Nuh sdh berdakwah ratusan tahun tp pengikutnya sedikit.

5. Performa.
Akhlak mjd standar performa/penampilan. Bukan hafalan, kekayaan, atau kecerdasan.

Khalid bin walid hanya hafal alfatihah dan al ikhlas. Tp dia berakhlak dg cara lain dg strategi perang, shg ttp berada pada posisi sahabat yg tinggi.

Anak khalifah harun al rasyid seting menyiapkan sandal gurunya.
Guru TK jaman harun al rasyid digaji 25 dinar=50juta rupiah.

Semoga bermanfaat

 

7 Tanda Kebahagiaan

SUDAH BERAPAKAH YANG KITA MILIKI SEKARANG…?

Baca dengan perlahan untuk bisa direnungkan hikmahnya.. ada 7 tanda2 kebahagiaan hidup didunia:

✅ 1) Qalbun Syakirun..
Hati yg slalu bersyukur, artinya selalu menerima apa adanya (Qana’ah), sehingga tdk ada ambisi yg berlebihan, tdk ada stress, inilah nikmat bagi hati yg selalu bersyukur..

✅ 2) Al-Azwajus Shalihah..
Pasangan hidup yg shaleh/shalihah, pasangan hidup yg shaleh/shalihah akan menciptakan suasana rumah & keluarga yg sakinah..

✅ 3) Al-Auladul Abrar..
Anak yg shaleh/shalihah.. Doa anak shaleh/shalihah kepada org tuanya dijamin dikabulkan ALLAH, berbahagialah org tua yg memiliki anak shaleh/shalehah..

✅ 4) Al-Baitus Shalihah..
Lingkungan yg kondusif utk iman kita..
Rasulullah menganjurkan kita utk selalu bergaul dg orang2 shaleh yg selalu mengajak kpd kebaikan dan mengingatkan bila kita salah..

✅ 5) Al-Maalul Halal..
Harta yg halal.. Bukan banyak harta, tapi harta yg dimiliki..
Harta yg halal akn menjauh kan setan dari hati. Hati menjadi suci, bersih dan kokoh.. Sehingga memberikan ketenangan dlm hidup..

✅ 6). Tafaquh fid-dien..
Semangat utk memahami agama.. Dengan belajar ilmu agama, semakin cinta kpd agama, semakin tinggi cinta kpd Allah & Rasulullah.. Cinta inilah yg akahn memberi cahaya bagi hati..

✅ 7). Umur yg barokah..
Umur makin tua makin sholeh.. Setiap detiknya diisi dgn amal ibadah.. Makin tua makin rindu untuk bertemu dgn sang pencipta.. Inilah semangat hidup org2 yg barokah umur nya..

Semoga Allah memudahkan kita dalam perjuangan besar untuk memiliki 7 indikator kebahagian yang disebut Ibnu Abbas RA diatas..

Aamiin Ya Allah..
Baraka Allah fiikum..

Menutup Pintu Godaan Syaitan

Tulisan ini adalah intisari dari ceramah Syech Ali Jaber beberapa waktu yang lalu di kantor IKPT.

Manusia lahir dalam keadaan fitrah adalah sebagai islam
tujuan di ciptakan manusia yang utama adalah untuk beribadah

Nikmat Ad-din islam adalah nikmat yang tidak pernah kita minta, tapi langsung di beri oleh Allah sejak kita dilahirkan, orang tua kita lah yang menjadikan kita majusi yahudi dan nashoro.
Nikmat tidak terasa jika tidak ada tantangan nya:
– Istri, harta, keluarga adalah fitnah. Fitnah disini maksudnya ujian
– Setan

Musuh terbesar kita adalah setan.
Yang nampak saja belum tentu kita lawan, apalagi yang tidak nampak.

Ibnu Taimiyah pernah menjelaskan: Klo dikejar anjing yang paling mudah adalah minta tolong pada yg punya. Demikian pula jika diganggu setan, minta tolonglah pada pemilik/yang menciptakan syaitan, yakni Allah.

Hadist: Banyaklah ingat mati karna dia yang mengingatkan kita.

Jangan minta panjang umur, karna panjang umur akan semakin dekat dengan kematian

Setan saat menggoda:
– Sabar dlm menggoda
– Sedih jika ada orang yang tobat setelah maksiat
– Membenci terhadap istighfar

Ibrahim (14) ayat 22:

وَقَالَ الشَّيْطَانُ لَمَّا قُضِيَ الْأَمْرُ إِنَّ اللَّهَ وَعَدَكُمْ وَعْدَ الْحَقِّ وَوَعَدتُّكُمْ فَأَخْلَفْتُكُمْ ۖ وَمَا كَانَ لِيَ عَلَيْكُم مِّن سُلْطَانٍ إِلَّا أَن دَعَوْتُكُمْ فَاسْتَجَبْتُمْ لِي ۖ فَلَا تَلُومُونِي وَلُومُوا أَنفُسَكُم ۖ مَّا أَنَا بِمُصْرِخِكُمْ وَمَا أَنتُم بِمُصْرِخِيَّ ۖ إِنِّي كَفَرْتُ بِمَا أَشْرَكْتُمُونِ مِن قَبْلُ ۗ إِنَّ الظَّالِمِينَ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

“Dan berkatalah syaitan tatkala perkara (hisab) telah diselesaikan: “Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepadamu janji yang benar, dan akupun telah menjanjikan kepadamu tetapi aku menyalahinya. Sekali-kali tidak ada kekuasaan bagiku terhadapmu, melainkan (sekedar) aku menyeru kamu lalu kamu mematuhi seruanku, oleh sebab itu janganlah kamu mencerca aku akan tetapi cercalah dirimu sendiri. Aku sekali-kali tidak dapat menolongmu dan kamupun sekali-kali tidak dapat menolongku. Sesungguhnya aku tidak membenarkan perbuatanmu mempersekutukan aku (dengan Allah) sejak dahulu”. Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu mendapat siksaan yang pedih.”

Penjelasan:
– Saat kiamat manusia yg berdosa akan bertemu setan.
– Setan berkata: janji Allah benar. Tapi aku menyalahinya. Aku tidak punya kuasa atasmu. Tapi kamu mengikuti seruanku (fastajabtum, manusia mengikuti dengan cepat dg “fa”). Maka jangan salahkan aku. Tapi cercalah dirimu sendiri. Aku tidak mampu menolongmu dan kau tidak bisa di tolong. Sesungguhnya aku tidak membenarkan perilaku kalian.
-Orang dzalim mendapat siksa yang pedih

Cara menutup pintu godaan setan
– Segera ingat tobat setelah maksiyat
– Jangan bicara ketika sedang marah, karna marah itu api yg bisa membakar. Segeralah wudhu.
– Doa keluar dan msk masjid trmsk doa yg bisa melindungi dr setan
– Doa keluar rumah, bismillh tawakaltu…..
– Baca ayat kursi.
– Baca al baqarah dlm rumah.
– Doa pagi dan sore 3x “. ..au ajrahu ila muslim”
– Sebelum tidur, angkat tangan spt doa baca qulhu, falaq, anas , tiup3x, usapkan dari kepala sampai kaki. Ulangi 3x. Ini sahih. Dan seprtt rukyat yang sempurna.

Semoga Allah membimbing kitaagar terhindar dari goda’an syaitan dan memberikan keistqomahan untuk selalu taat dan selalu mengikuti sunnah Rasulullah

Memaknai Arti Keberkahan

Barokah atau berkah adalah kondisi yang diinginkan oleh hampir semua hamba yang beriman, karenanya orang akan mendapat limpahan kebaikan dalam hidup.

Barokah bukanlah serba cukup dan mencukupi saja, akan tetapi barokah ialah bertambahnya ketaatanmu kepada الله dengan segala keadaan yang ada, baik berlimpah atau sebaliknya.

Barokah itu: “…albarokatu tuziidukum fii thoah.” Barokah itu menambah taatmu kepada الله.

Hidup yang barokah bukan hanya sehat, tapi kadang sakit itu justru barokah sebagaimana Nabi Ayyub عليه السلام, sakitnya menambah taatnya kepada الله.

Barokah itu tak selalu panjang umur, ada yang umurnya pendek tapi dahsyat taatnya layaknya Musab ibn Umair.

Tanah yang barokah itu bukan karena subur dan panoramanya indah, karena tanah yang tandus seperti Makkah punya keutamaan di hadapan الله …tiada banding….tiada tara.

Makanan barokah itu bukan yang komposisi gizinya lengkap, tapi makanan itu mampu mendorong pemakannya menjadi lebih taat setelah makan.

Ilmu yang barokah itu bukan yang banyak riwayat dan catatan kakinya, akan tetapi yang barokah ialah yang mampu menjadikan seorang meneteskan keringat dan darahnya dalam beramal & berjuang untuk agama الله.

Penghasilan barokah juga bukan gaji yg besar dan berlimpah, tetapi sejauh mana ia bisa jadi jalan rejeki bagi yang lainnya dan semakin banyak orang yang terbantu dengan penghasilan tersebut.

Anak² yang barokah bukanlah saat kecil mereka lucu dan imut atau setelah dewasa mereka sukses bergelar & mempunyai pekerjaan & jabatan hebat, tetapi anak yang barokah ialah yang senantiasa taat kepada Rabb-Nya dan kelak di antara mereka ada yang lebih shalih & tak henti²nya mendo’akan kedua Orangtuanya.

Semoga segala aktifitas kita hari ini barokah.
.
بَارَكَ اللهُ فِيْك

“Barang siapa yg mengajarkan satu ilmu dan orang tersebut mengamalkannya maka pahala bagi orang yang memberikan ilmu tersebut tanpa mengurangi pahala orang yang mengamalkan ilmu tersebut.

(Nasehat Dr. Salim Segaf Al Jufri)

Apa Itu Syafaat

Syafaat secara bahasa diambil dari kata as-Syaf’u [arab: الشفع] yang artinya genap. Allah bersumpah dalam al-Quran,

وَالشَّفْعِ وَالْوَتْرِ

“Demi sesuatu yang genap dan yang ganjil.” (QS. al-Fajr: 3)

Sementara syafaat menurut istilah, dijelaskan Ibnul Atsir,

قد تكرر ذكر الشفاعة في الحديث فيما يتعلق بأمور الدنيا والآخرة، وهي السؤال في التجاوز عن الذنوب والجرائم بينهم

Kata  syafaat telah disebutkan berkali-kali dalam hadis, baik yang terkait urusan dunia maupun akhirat. Bentuknya adalah permohonan untuk memaafkan dosa atau tindak kriminal yang terjadi diantara mereka. (an-Nihayah fi Gharib al-Hadits, 2/485)

Syafaat Hanya Milik Allah

Sebelumnya kita perlu menanamkan aqidah bahwa syafaat, semuanya milik Allah. Allah berfirman,

قُلْ لِلَّهِ الشَّفَاعَةُ جَمِيعًا لَهُ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ثُمَّ إِلَيْهِ تُرْجَعُونَ

Katakanlah, bahwa semua syafaat itu milik Allah. Hanya milik-Nya kerajaan langit dan bumi, kemudian hanya kepada-Nya kalian dikembalikan. (QS. az-Zumar: 44).

Sementara sebagian makhluk-Nya bisa memberi syafaat, setelah diizinkan oleh Allah. Allah berfirman,

مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ

“Tidak ada yang bisa memberi syafaat di hadapan Allah, kecuali dengan izin-Nya.” (QS. al-Baqarah: 255).

Syafaat Di Hari Kiamat

Syafaat yang terjadi di hari kiamat, bentuknya bermacam-macam. Intinya upaya untuk mengurangi beban hukuman yang diterima oleh makhluk. Dari sekian banyak jenis syafaat, ada beberapa syafaat yang diberikan melalui perantara Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Diantaranya, syafaat udzma. Udzma artinya terbesar. Disebut syafaat udzma, karena syafaat ini bisa dirasakan oleh semua manusia di mahsyar.

Syafaat ini diberikan oleh Allah di Mahsyar melalui Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ketika manusia mengalami kepanasan yang luar biasa, dibiarkan oleh Allah dalam kurun waktu yang lama, manusia berbondong-bondong menuju para nabi ulul azmi untuk meminta kepada mereka agar berdoa kepada Allah agar segera dilakukan hisab. Namun tidak ada satupun nabi-nabi itu yang bersedia. Hingga akhirnya mereka mendatangi Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Lalu beliau berdoa kepada Allah agar Allah segera melakukan hisab. Sehingga semua manusia mendapat manfaatnya.

Kemudian, diantara syafaat yang terjadi pada hari kiamat adalah syafaat dalam bentuk menyelamatkan orang yang sudah di neraka untuk masuk surga. Para nabi, para malaikat, kaum mukminin, mereka semua bisa memberikan syafa’at. Termasuk Allah Ta’ala juga akan memberikan syafa’at, dengan mengeluarkan banyak sekali penduduk neraka.

Dalam hadis dari Abu Said al-Khudri radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bercerita,

فَيَشْفَعُ النَّبِيُّونَ وَالْمَلاَئِكَةُ وَالْمُؤْمِنُونَ فَيَقُولُ الْجَبَّارُ بَقِيَتْ شَفَاعَتِى . فَيَقْبِضُ قَبْضَةً مِنَ النَّارِ فَيُخْرِجُ أَقْوَامًا قَدِ امْتُحِشُوا ، فَيُلْقَوْنَ فِى نَهَرٍ بِأَفْوَاهِ الْجَنَّةِ يُقَالُ لَهُ مَاءُ الْحَيَاةِ ، فَيَنْبُتُونَ فِى حَافَتَيْهِ كَمَا تَنْبُتُ الْحِبَّةُ فِى حَمِيلِ السَّيْلِ

Para nabi, para malaikat, dan orang-orang yang beriman, semua telah memberi syafaat. Lalu Allah berfirman, “Sekarang tinggal syafaatku.” Kemudian Allah menciduk isi neraka, dan Allah keluarkan banyak sekali manusia yang mereka telah gosong terbakar. Lalu mereka diletakkan di sungai di pintu surga, yang disebut sungai al-hayat. Hingga tubuh mereka tumbuh di tepian sungai, sebagaimana biji tumbuh di tumpukan tanah yang dibawa arus.(Bukhari 7439 & Muslim 472).

Dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أنَّ الله يُخرج قوماً من النار بالشفاعة

“Bahwa Allah mengeluarkan sekelompok kaum dari neraka dengan syafaat.” (HR. Muslim 191).

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

يَخْرُجُ قَوْمٌ مِنَ النَّارِ بَعْدَ مَا مَسَّهُمْ مِنْهَا سَفْعٌ ، فَيَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ ، فَيُسَمِّيهِمْ أَهْلُ الْجَنَّةِ الْجَهَنَّمِيِّينَ

Akan keluar sekelompok manusia dari neraka setelah mereka dibakar dengan panasnya neraka. Lalu mereka masuk surga. Penduduk surga menyebut mereka dengan Jahannamiyun (mantan penghuni jahanam). (HR. Bukhari 6559).

Ketika para makhuk, baik orang mukmin, para nabi maupun malaikat, memberi syafaat, jumlah manusia yang berhasil dikeluarkan dari neraka, sifatnya terbatas. Sehingga masih tersisa orang mukmin di neraka. Hingga Allah sendiri yang memberi syafaat kepada mereka. Allah selamatkan mereka dari neraka.

Dia Dzat yang Maha Rahman, Rahim, Hakim, paling kasih sayang kepada para hamba-Nya. Tentu saja, Allah yang paling banyak menyeamatkan para hamba-Nya dari neraka.

Allahu a’lam.

 

Sumber : https://konsultasisyariah.com/26078-syafaat-allah-adalah-syafaat-terbesar.html

Aku Rajin Sholat Shubuh

Sering kali anak akan mendapatkan inspirasi dari apa yang ia lihat dan ia dengar. terlebih ketika ia mendengarkan dongeng ataupun cerita yang di bacakan oleh bunda nya saat menjelang tidur.

kali ini saya coba share cara jitu untuk membangunkan anak di waktu shubuh lewat sebuah cerita pendek… selamat membaca.

 

“Allahu Akbar Allahu Akbar.”
Suara adzan subuh dari masjid sudah terdengar

“Najla bangun nak, sudah subuh. Ayo kita solat.” Bunda membangunkan Najla

“Ehh.. Masih ngantuk bun.”, Najla hanya menggeliat, ingin melanjutkan tidur lagi

Lalu bunda mengusapkan tangannya yang masih basah air wudhu ke wajah Najla agar Najla bangun.

“Bunda.. Najla masih ngantuk.”,Kata najla

“Najla, kalau orang tidur itu.. Syetan akan mengikatnya dengan tiga ikatan. Najla juga sama, diikat syetan dengan tiga ikatan.” ,Bunda mulai bercerita.
Najla pun mulai membuka matanya, menyimak cerita bunda.

“Kalau Najla bangun lalu berdoa, akan lepas satu ikatan. Ayo sekarang najla berdoa dulu.”

Najla kemudian duduk sambil berdoa, “Alhamdulillahilladzi ahyaana ba’dama amatana wailaihinnusyur.”

“Alhamdulillah sudah lepas satu ikatan syetan. Sekarang syetan mulai sedih karena ikatannya terlepes. Nanti kalau najla berwudhu, akan lepas lagi satu ikatan.
Lalu Najla sholat akan lepas semua ikatan.” Bunda menyelesaikan ceritanya

“Najla mau ga terbebas dari ikatan syetan?”, tanya bunda.

“Mau..!!”, jawab najla

“Bagus.” lanjut bunda lagi

“Kalau orang yang masih ada ikatan syetannya dia akan malas – malasan. Tapi kalau sudah lepas ikatannya dia akan segar. Semangat menuntut ilmu.”

“Nanti di neraka syetan akan berkata, ‘Najla kenapa kamu di syurga. Aku tidak berhasil menjadikanmu temanku di sini. Kamu enak sekali di syurga, makanannya enak – enak. Bagilah untukku apel satu saja dari syurga.'”

“Kalau syetan bilang begitu, nanti apa kata Najla?” tanya ibu

“Najla bilang, ‘syetan kamu mau apel. Enak aja, kamu makan aja tuh buah zaqqum sama minum air yang mendidih’ haha.. Kasihan deh syetan ya bunda” kata najla sambil tertawa

“Jadi sekarang Najla mau berwudhu lalu sholat?” tanya bunda

“Mau.. Tunggu Najla ya bunda.” Kata najla sambil bergegas bangun.

“Oke. Sekarang Najla minum dulu. Lalu pipis sekalian wudhu, kemudian sholat berjamaah sama bunda.” perintah bunda

“Oke bos.” , Jawab Najla

Tak lama kemudian Najla sudah selesai berwudhu kemudiah sholat subuh berjamaah bersama bunda.

 

by ummu najla

Di Balik Meriam Sultan

Meriam Al fatihPersenjataan militer paling canggih dan mutakhir di zamannya. Meriam Sultan, meriam terbesar di muka bumi. Dengan berat 700 Ton. Suara ledakannya terdengar sampai 13 Mil (sekitar 20,8 KM). Jarak tembaknya mencapai 1 Mil (sekitar 1,6 KM) dan kemudian melesak ke dalam tanah sedalam 6 kaki (sekitar1,8 M). Untuk bisa bergerak, perlu ditarik oleh 100 sapi jantan/kerbau (ada yg mengatakan 200 ekor) dibantu oleh 60 ada yg mengatakan 100 laki-laki yg kuat, ada yg menyiapkan jalan yg akan dilalui agar mudah lewat dan ada yg menarik dgn tali kuat agar meriam tsb tdk jatuh. Dan memerlukan 2 bulan perjalanan utk digerakkan dari tempat pembuatan di ibukota Edirne menuju negeri jihad Konstantinopel.
Ini salah satu senjata yg menggetarkan benteng dan hati masyarakat Konstantinopel.
Pembuatnya bernama Orban. Orang asli Hongaria. Pakar pembuatan senjata khususnya meriam, sebagai senjata paling canggih zaman itu.
Orban sesungguhnya sdh berkali-kali presentasi ttg senjata canggihnya itu kepada para penguasa Eropa. Tapi mereka tidak meresponnya.
Yang merespon ilmu dahsyat Orban justru Muhammad Al Fatih. Dgn penghargaan harta yg melimpah ruah dan dimuliakan oleh sultan. Karena M. Al Fatih pecinta ilmu dan ahli ilmu.
Dan senjata inilah yg kemudian mengguncang pintu Eropa.

(Kebangkitan selalu begitu.
Saat itu Eropa tdk berminat dgn ilmu. Sebaliknya musliminlah yg memuliakan dan menghargai ilmu dan ahli ilmu.

Adapun hari ini….?)

di kutip dari #sapapagi  Ust Budi Azhari

Belajar Dari Sikap Nabi Menghadapi Ulah Badui Kencingi Masjid

Tulisan ini saya ambil dari Artikel Ustadz Rappung Samuddin yang cukup inspritatif dari kisah sederhana arab badui dengan sudut pandang hikmah yang berbeda, mari kita simak sama-sama

—————————————————————————————————————————

Saya ingin membuat contoh sederhana terkait aplikasi apa yang diistilahkan dengan “apa yang wajib dilakukan” dan “apa yang mungkin dilakukan”, juga pembuktian bahwa pemahaman akan nash (fahmun nash) kadang tdk sama dengan aplikasinya.

Kisah yang sangat masyhur, dan hampir semua kita mengetahuinya. Seorang Arab gunung (badui) masuk ke dalam mesjid lalu kencing disalah satu pojok. Para sahabat serentak bangkit untuk menghentikan dan memberinya pelajaran. Akan tetapi, Nabi kemudian mencegah mereka hingga orang Arab gunung ini selesai menunaikan hajatnya buang air kecil. Baru setelah itu, beliau minta segayung air dan menyiram bekas air kencing Arab gunung tersebut.

Yang dipahami dari nash ini, jg nash-nash pendukung lainnya adalah kewajiban menjaga kesucian mesjid dan mencegah orang yang berusaha mengotori dan merusak kehormatannya. Ini juga bisa dilihat dari reaksi para Sahabat yg secara spontan hendak menghentikan perbuatan Arab gunung tersebut.

Akan tetapi, aplikasinya tidak seperti itu. Nabi Saw justru melarang melakukan penghentian itu. Tentunya pelarangan tersebut berdasarkan pertimbangan mashlahat dan mudaratnya. Bahwa jika Arab gunung itu dicegat atau dikejar, mungkin saja dia akan lari hingga menyebabkan air kencingnya berceceran dimana-mana, yg tentunya akan sulit dibersihkan. Demikian juga, jika dicegat dan dia hentikan kencingnya, bisa membuat dia kesakitan, belum lagi rasa benci terhadap sikap sahabat.

Fiqih dari hadits ini, bahwa terkadang ada sikap toleransi terhadap sebuah pelanggaran, yg jika dicegat akan melahirkan pelanggaran yang jauh lebih besar. Bukan menyetujui pelanggaran tersebut. Apalagi mendukungnya sejak awalnya. Akan tetapi mengambil yg paling ringan dari mafsadat yg bakal ditimbulkan olehnya.

Dalam kasus ini, Nabi mencegat para Sahabat mengejar Arab gunung itu. Ini tidak berarti Nabi ridho dengan apa yg dilakukan olehnya berupa pelecehan terhadap rumah Allah, wal ‘iyadzu billah. Perbuatan mencegah itu wajib dilakukan jika Arab gunung itu belum dan akan memulai kencing. Akan tetapi, ketika perbuatan kencing telah dilakukan, maka yang dilihat di sini adalah apa yg mungkin bisa dilakukan. Tentunya, melihat mana yang lebih ringan mudarat yg ditimbulkan.

Reaksi sahabat sudah benar, sebab dibangun atas ghirah terhadap kesucian rumah Allah. Akan tetapi, semangat dan ghirah itu harus tetap seiring sejalan dengan pertimbangan mashlahat dan mudharat, seperti yang dipahami Nabi Saw.

Nah, demikianlah dengan apa yg dilakukan saudara-saudara kita di dalam sistem. Jika hanya berbekal semangat dan ghirah, kemudian langsung mengadakan perubahan radikal, sementara ia telah mengurat dan mengakar, sdh pasti akan melahirkan mudharat yang jauh lebih besar. Maka yg mungkin dilakukan saat ini adalah meringankan dan jangan sampai menjadi mudharat bagi Umat. Sebab dalam hal takar menakar mashlahat dan mudharat, semangat saja tidak cukup, namun butuh ketajaman analisa dan ilmu realita yang memadai.

Syaikh al Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah, ketika mengomentari kisah protes nabi Musa as terhadap perbuatan Khidir as yang zahirnya maksiat dalam surah al Kahfi, berupa pengrusakan kapal dan pembunuhan terhadap seorang anak kecil, beliau berkata:

“Kisah Khidir dan Musa alahimas salam, pada hakikatnya tidak bertentangan dengan syariat Allah. Bahkan seluruh perbuatan Khidir as merupakan perintah dalam syariat, dengan syarat harus diketahui mashlahat yang terkandung di dalamnya, sesuai yg diketahui oleh Khidir as. Beliau tidak melakukan perbuatan haram secara mutlak. Semua perkara ini menunjukkan, bahwa ia adalah perkara-perkara yg pada zahirnya sebuah kerusakan, namun menjadi mubah (boleh) secara lahir maupun batin bagi mereka yang mengetahui kandungan hikmah yang melahirkan kebaikan di dalamnya”. (Ibnu Taimiyah, Majmu’ al Fatawa, 14/475).

Yah, kadang ada sebuah perbuatan yang zahirnya sebagai sebuah pelanggaran, tapi menjadi boleh bagi mereka yang mengetahui hikmah dan kebaikan di baliknya berdasarkan ilmu dan bashirah. Artinya, boleh bagi mereka yg mengetahui hikmahnya, dan haram bagi yang tidak mengetahuinya.Wallaahu A’lam.

*Sumber: https://www.facebook.com/rappung.samuddin/posts/1109194769092938

Nasab Nabi (Bagian 2)

             Islam sangat memperhatikan tentang nasab/keturunan, sehingga bisa kita lihat Rasullullah ternyata orang pilihan, bukan sekedar beliaunya tapi nasab ke atas pun adalah nasab pilihan. Itu menjadi pelajaran bagi kita, yang saya sebut mencari akar kita.

Rasulullah SAW punya nasab yang sampai pada nabi Ibrahim a.s, akar nasab nabi bisa di tarik jauh sampai ke zaman itu. Jika ujung nya nabi Ibrahim, kita ketahui itu adalah nasab yang luar biasa, manusia mulia. Jadi lahirnya juga orang mulia.

Diantara kita jarang yang peduli tentang akar kita, nenek moyang kita, mereka dulu punya jasa sehebat apa terhadap masyarakatnya atau orang sesoleh apa.  Mari kita lihat sejarah walaupun tidak semua orang nasab nabi keatas, adalah orang yang bertauhid, tidak semuanya adalah orang yang beriman. Tapi mereka adalah orang-orang dengan kebesaranya walaupun di dunia.

Rasulullah adalah namanya muhammad, bapaknya Abdullah anak dari Abdul Muntholib anak dari Hasyim anak dari Abdul Manaf, dst.

Kalo kita pangkas dari Hasyim saja, kemudian Abdul Muntholib, lalu Abdullah, dan Muhammad itu adalah kisah orang – orang besar, kisab nasab keluarga besar. Hasyim umpamanya, Hasyim adalah anaknya Abdul Manaf. Hasyim itu di masyarakat Quraisy di kenal sebagai orang yang punya harta banyak, karena itu ia di serahi jabatan di masyarakat Quraisy yang namanya tsiqoyah dan rifadhah.

Tsiqoyah itu tugasnya memberi minum dan rifadhah memberi makan jama’ah haji, mungkin sekarang seperti catering. Tapi kalo catering bayar, sedangakan dulu tidak bayar, itu tugasnya Hasyim, siapa yang pergi haji bagaimana caranya dia makan minum gratis. Ini kerja yang sangat mulia.

Hasyim itu nama aslinya Amr, dia dikenal karena membuat roti, Hasym itu semacam dari mengadoni sampai matang dimasak, sehingga dikenalnya Hasyim yaitu tukang yang bikin roti untuk jama’ah haji. Jadi, Hasyim di kenal sebagai orang yang berada kemudian memberikan jamuan pada siapapun tamu Ka’bah.

Hasyim punya beberpa anak laki2 di antaranya Abdul Muntholib. Abdul Muntholib nantinya punya posisi yang penting di Ka’bah, di posisi orang Quraisy. Kalo menyebut ka’bah, artinya merupakan central di dunia ketika itu, karena orang berdatangan dari berbagai tempat. Abdul Muntolib nama aslinya adalah syaibah, syaibah itu artinya ubanan, syaib = uban, kenapa di sebut syaibah, karena dari kecil sudah ada rambut putihnya (uban)

Abd itu sebenarnya hamba, Muntholib itu nama orang, Abdul Muntholib artinya adalah budaknya Muntholib. Muntholib itu anaknya Abdul Manaf saudara kandungnya Hasyim. Hasyim di sebutkan sebagai orang yang pertama kali yang mencotohkan perjalan sitto’ wathoif (ada dalam surat Quraisy). Yaitu yang melakukan perjalanan pada musim dingin dan musim panas. Hasyim melakukan perjalanan ke Syam juga ke Yaman. Hasyim saat melakukan perjalanan ke Syam, ke arah utara, pasti melewati Madinah. Suatu saat Hasyim melewati Madinah lalu singgah di Madinah, menikah dengan seorang wanita Madinah lalu ditinggal berdagang ke Syam. Dalam sejarah disebutkan Hasyim meninggal di Palestina.

Ternyata istrinya Hasyim yang orang Madinah itu hamil, lahirlah Syaibah. Saudara Hasyim yang bernama Muntholib masih di Mekkah lalu sekian lama kemudian dia mendengar kabar bahwa di Madinah ada anaknya Hasyim, keponakannya. Lalu dia berangkat ke Madinah.

Kesukuan arab mereka punya ikatan yang sangat kuat. Ketika Muntholib melihat Syaibah dia menangis, dipeluknya kemudian dia berkata, “Ayo kita berangkat ke Mekkah!” kata Syaibah yang waktu itu menjelang baligh, “Saya tidak mau, harus di sini bersama ibu.” Ibu dan keluarga besarnya di Madinah tidak mengizinkan Syaibah dibawa ke Mekkah. Kemudian Muntholib berkata, “Anak ini akan saya bawa kepada kerajaan nenek moyangnya.” Untuk meyakinkan bahwa anak ini tidak akan disia – sia, akan jadi orang besar di sana, akhirnya diizinkan.

Begitu perjalanan dari Madinah ke Mekah naik onta, posisi Syaibah ada di belakang,  Muntholib di depan. Seluruh masyarakat Mekah mengatakan bahwa yang dibelakang itu budaknya Muntholib, maka disebut Abdul Muntholib. Kemudian kata Muntholib, “Celaka kalian, ini bukan budak saya, ini keponakan saya, anaknya saudara saya Hasyim dari Madinah.”

Abdul Muntholib punya sejarah yang nanti bersentuhan langsung dengan Rasulullah Muhammad SAW, bahkan Abdullah, bapaknya nabi malah tidak pernah langsung bersentuhan karena dalam sejarah disebutkan Abdullah meninggalnya ketika nabi dalam kandungan namun dalam riwayat lain ada yang menyebutkan meninggalnya ketia nabi usia 2 bulan.

Abdul muntholib nanti menjadi laki-laki pertama yang memberikan sentuhan pendidikan kepada calon rasul Muhammad karena sebelumnya perempuan semua. Ibunya, kemudian disusui Huzaibah, lalu Halimah. Itu menjadi pelajaran besar bagi kita hari ini karena bukan suatu kebetulan nabi pindah dari satu pendidik ke pendidik yang lain.

Abdul Muntholib disebutkan dalam sejarah Allah ingin memposisikannya sebagai pemimpin masyarakat Quraisy dengan melanjutkan tugas Hasyim yaitu tsiqoyah dan rifadhah. Di Quraisy tugas dibagi berdasarkan keluarga besar. Misalnya, tugas sadanah yaitu mengurusi Ka’bah mulai dari memegang kunci Ka’bah, mengizinkan siapa yang boleh masuk atau tidak boleh masuk, itu tugas dari keluarga besar Bani Abduddar. Kalau rasul dari bani Hasyim. Bani Hasyim diantara anaknya yaitu Abdul Muntholib punya tugas melanjutkan tugas bapaknya.

Yang ingin Allah tunjukkan dari Abdul Muntholib adalah, disebutkan dalam sejarah ketika Abdul Muntholib bermimpi beberapa kali tentang sumur zam-zam. Zam-zam ketika jaman Abdul Muntholib itu tidak ada, terkubur. Karena Ka’bah posisinya di lembah, kalau banjir bisa ketutup. Zam-zam sudah digali sejak zaman Ismail, tapi tertutup tanah. Kemudian datanglah mimpi kepada Abdul Muntholib berkali-kali, kemudian dia melihat dimana posisi sumur zam-zam. Abdul Muntholib mencoba untuk menggali tempat itu, ternyata betul keluar air zam-zam.

Di padang pasir air sangat vital, kalau tidak ada air mati, tidak ada apa-apa, sangat krusial. Makanya orang sering perang hanya karena air. Harga air bisa sangat mahal pada zaman dahulu. Dulu, muslimin ketika pertama pindah ke Madinah kebingungan harus mengambil air dimana, apalagi masyarakat Madinah ketambahan muslimin dari Mekah. Akhirnya muslimin tidak punya pilihan kecuali membeli air dari sumur Yahudi, yang dikenal dengan sumur rumah. Kata Nabi, “Manusia seharusnya berserikat dalam 3 hal yaitu air, api, dan rumput.” Artinya kepemilikan adalah milik bersama. Jual air itu pekerjaannya Yahudi, bukannya membantu. Makanya melihat suasana seperti itu, setiap mengambil air harus bayar, Usman kemudian mendatangi Yahudi yang memiliki sumur, “Berapa kau jual sumurmu?” tawar menawar terjadi samapai kemudian kata Usman, “Jual ke saya, berapa kau jual?”. Ketemu di harga 30.000 dirham.

Akhirnya sumur itu dibeli oleh Usman. Kemudian di masjid Nabawi dia mengumumkan, “Sumur Rumah sudah saya beli, kalian semua muslimin boleh memiliki air itu, silahkan ambil dengan gratis, kecuali keluarga Usman.” Karena Usman punya air sendiri, dia orang kaya. Jadi Usman ingin air itu milik bersama, bukan beli. Itulah muslim sejati.

Jadi Allah SWT ingin memunculkan Abdul Muntholib diberi kekuasaan terhadap air zam-zam. Karena air sangat krusial di padang pasir sebenarnya sempat masyarakat Mekah ingin sekali menguasai air itu. Tapi kemudian Allah menunjukkan bahwa air ini hanya bisa dikendalikan oleh seorang Abdul Muntholib, sampai kemudian mereka semua berada dibawah koordinasi Abdul Muntholib dari sisi air.

Begitu pula peristiwa yang dicatat oleh ayat dalam surat Al Fil, kisah yang kita sebut dengan pasukan gajah dari Yaman, Abrahah. Intinya adalh, itu perang Abdul Muntholib ketika Abrahah masuk ke Mekah untuk menghancurkan Ka’bah. Dia membawa psukan yang paling cepat, yaitu gajah. Abrahah sempat merampas onta-onta milik Abdul Muntholib, kemudian Abdul Muntholib mendatangi Abrahah. Kata Abdul Muntholib, “Kalau onta itu saya yang punya, tolong kembalikan. Kalau kamu ingin menghancurkan Ka’bah itu rumah ada Tuhan yang jaga, kalau onta balikin punya saya, saya yang jaga.” Masyarakat Mekah pada waktu itu kabur karena bukan tandingan Abrahah dengan membawa pasukan sebesar itu. Yang berani menghadap hanya Abdul Muntholib yang meminta onta-ontanya sampai kemudian Allah menghancurkan mereka.

Abdul Muntholib disebutkan dia pernah iseng bersumpah, mungkin dari sudut pandang kita orang Indonesia tidak lazim tapi bagi masyarakat Arab sudah biasa. Ketika dia merasa bersyukur diberikan kekuasaanterhadap Ka’bah dengan zam-zamnya, dia bernazar “Kalau anak laki-laki saya genap 10 jumlahnya, maka saya akan potong satu, saya akan sembelih satu.” Benar, Allah tunjukkan bahwa Abdul Muntholib punya anak 10 laki-laki. Dia bingung, akhirnya diundi anaknya. Slah satu kelebihan masyarakat Quraisy adalah Al wafa’ yaitu komitmen terhadap sumpah dan janjinya.

Akhirnya dia mengundi anaknya, undian itu jatuh pada anak laki-laki yang paling kecil, anak yang paling disayangi Abdul Muntholib yaitu Abdullah. Abdul Muntholib merasa keberatan kemudian, karena waktu itu zaman kemusyrikan untuk menentukan suatu keputusan ada di tangan dukun. Di zaman manapun kalau masyarakat jahiliyah ujungnya adalah dukun, dan itu yang dilakukan Abdul Muntholib zaman itu. Ketika dia kebingungan harus memotong anak yang paling dicintai akhirnya dia datang ke dukun, dia berkata “Bisa tidak saya memenuhi janji saya tapi tidak dengan anak saya.” Kata dukun, “Bisa, tapi kamu harus mengundi Abdullah dengan onta.” Jadi yang dipotong onta. “Sekarang silahkan diundi, mana yang keluar.” Abdullah sekali mengundi Abdullah atau 10 onta ternyata keluar nama Abdullah. Lalu diundi lagi keluar nama Abdullah lagi. Terus dilakukan sampai 10 kali baru keluar onta, jadi totalnya adalah 100 onta. Allah ingin menunjukkan, nyawa itu harganya 100 onta. Makanya dalam hokum diyat, jika ada orang membunuh orang lain, pembunuhan tidak sengaja harganya 100 onta, dia harus bayar 100 onta. Nyawa dalam islam mahal.

Kemudian kisah Abdullah, anak Abdul Muntholib yang paling kecil. Abdullah nanti menikah dengan Aminah. Aminah juga Quraisy, ketemu dalam silsilah dengan Abdullah pada Abdul Manaf. Aminah binti Wahab bin Khiab bin Abdul Manaf. Zaman itu  Aminah juga wanita yang sangat dimuliakan di masyarakt Quraisy karena datang dari keluarga bani Abdul Manaf. Dari pernikahan itu lahir nabi Muhammad SAW, anak satu-satunya karena Abdullah akhirnya meninggal dalam perjalanan dagang ketika singgah di kota Madinah. Dia sakit kemudian meninggal di kota Madinah dan dimakamkan di sekitar kota Madinah. Dalam riwayat disebutka Abdullah meninggal kira-kira 25 tahun.

Ini nasab keatas rasulullah, semuanya adalah nasab yang membawa kebeesaran-kebesaran walaupun kalau masalahnya adalah masalah hidayah, beriman atau tidak beriman itu lain lagi ceritanya. Karena rasullah ketika menyebut tentang ibunya beliau mengatakan, “Saya pernah minta izin kepada Allah untuk mengunjungi makam ibu saya dan minta izin untuk memohonkan ampununtuk ibu saya, ternyata Allah mengizinkan saya untuk berziarah tapi tidak mengizinkan saya untuk memohonkan ampun.” Ini menunjukkan bahwa Aminah meninggal dalam keadaan tidak bertauhid, tidak beriman.

Orang sekelas nabi sekalipun ketika ibunya lain akidahnya maka tidak diizinkan untuk memohonkan ampun. Itu adalah konsep, nabi Muhammad tidak berbasa-basi dalam urusan agama, yang hari ini discover dengan kata “toleransi”. Dalam urusan ajaran agama tidak ada toleransi. Ketika menyampaikan tentang ayahnya, rasul juga tidak berbasa-basi. Diriwayatkan dalam suatu hadist, nabi SAW didatangiu oleh seorang sahabat. Sahabat bertanya, “Ya Rasulullah, ayah saya sudah meninggal. Dimana sekarang ayah saya?” kata nabi, “Ayah kamu sekarang di neraka.” Karena dia meninggal dalam keadaan tidak beriman. Sahabat itu pergi dengan muka murung, sedih. Kemudian dipanggil lagi oleh nabi karena nabi ingin sahabatnya senang, kata nabi “Kembali, kenapa kamu sedih? Ayahku dan ayahmu sama di neraka, jadi ga usah sedih.” Perkataan nabi ini yang dipakai oleh para ulama, ternyata ayah nabi pun meninggal dalam keadaan tidak beriman. Karena masalah iman bukan hanya nabi Muhammad yang membawa, sebelumnya sudah banyak nabi tapi tidak diikuti.  Jadi ayah nabi Muhammad adalah orang yang tidak beriman.

Bagaimana dengan Abdul Muntholib, beriman atau tidak? Abdul Muntholib sebenarnya mengikuti agama nenek moyangnya, agama berhala, agama musyrik. Tapi ada literature sejarah yang menyebutkan bahwa Abdul Muntholib akhirnya dikabarkan meninggal dalam keadaan bertauhid. Abdul Muntholib meninggal ketika usia nabi Muhammad baru 8 tahun. Wallahu a’lam mana yang benar. Adapun keatas tidak terbaca dalam sejarah. Dan Rasulullah menyampaikan SAW menyampaikan kalau masalah potensi kebesaran keluarga itu dicari akar nasabnya. Tapi masalah bertauhid atau tidak, beriman atau tidak itu urusan yang berbeda, itu adalah urusan hidayah oleh Allah SWT.

Wallahu ‘alam bishowab